Pemko Padang dan Satgas PRR Tinjau Lokasi Banjir guna...

post
post

Pemko Padang dan Satgas PRR Tinjau Lokasi Banjir guna Matangkan Rencana Penanganan Bencana Jangka Panjang

PADANG - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Alam Wilayah Sumatera memberikan perhatian serius terhadap dampak banjir yang melanda Kota Padang pada awal Agustus lalu. Perhatian tersebut diwujudkan melalui audiensi dan peninjauan langsung lokasi terdampak bencana bersama Pemerintah Kota (Pemko) Padang pada Selasa (11/8/2026).

Pertemuan dan pembahasan awal dilangsungkan dalam agenda audiensi antara Wali Kota Padang, Fadly Amran, dengan Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Satgas PRR Pascabencana Alam Wilayah Sumatera, Brigjen Pol Yopie Indra Prasetya Sepang, beserta jajaran di Gedung Putih, Kediaman Resmi Wali Kota Padang. Turut hadir unsur Forkopimda Kota Padang, pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemko Padang, serta perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang.

Usai audiensi, peninjauan lapangan dilakukan ke sejumlah titik rawan yang mengalami dampak banjir cukup parah. Rombongan meninjau lokasi di Lapau Munggu RT 01 dan RT 02 RW 06 serta kawasan Guo Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji. Selain itu, peninjauan juga menyasar kawasan By Pass Air Pacah di Kecamatan Koto Tangah.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjelaskan bahwa kejadian banjir pada 3 Agustus 2026 merupakan peristiwa berulang setelah penanganan bencana hidrometeorologi pada akhir tahun sebelumnya. Oleh karena itu, Pemko Padang mendorong pembaruan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) agar mencakup seluruh titik terdampak secara komprehensif.

"Kita menginginkan penanganan banjir tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi terintegrasi dengan sistem pengelolaan dan mitigasi bencana jangka panjang," ujar Fadly Amran.

Fadly menambahkan bahwa usulan penanganan yang diajukan mencakup berbagai program strategis, mulai dari pembangunan waduk retensi, perbaikan drainase kawasan dan saluran penyeberangan, normalisasi sungai, hingga pembangunan pengendali sedimen dan penambahan fasilitas sensor banjir di aliran sungai utama.

Sementara itu, Ketua Tim Monev Satgas PRR, Brigjen Pol Yopie Indra Prasetya Sepang, mengapresiasi respons cepat Pemko Padang baik dalam tahap tanggap darurat maupun perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi. Ia menekankan bahwa karakter banjir berulang memerlukan penanganan terpadu dan pembahasan mendalam.

“Kami sudah meninjau beberapa lokasi dan melihat banjir yang terjadi merupakan kejadian berulang. Untuk itu perlu pembahasan lebih mendalam terkait pola penanganannya,” kata Brigjen Pol Yopie Indra Prasetya Sepang.

Hasil monitoring dan evaluasi lapangan ini akan dihimpun sebagai bahan laporan khusus Satgas PRR untuk disampaikan kepada pihak pemerintah pusat guna mengakomodasi permohonan pembaruan R3P dari Pemko Padang.

“Apa yang disampaikan Pak Wali Kota terkait permohonan nanti akan kita sampaikan kepada Bapak Mendagri selaku Kasatgas untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi,” tuturnya. (Dv)

uploader by Ju

Kirim Rating

`

Setup